Tuesday, December 17, 2013

Membalas Kebencian dengan Kebaikan

0 comments
Abraham Lincoln, Presiden Amerika ke-16 punya hubungan yang unik dengan Edwin Stanton, Menteri Pertahanan (Secretary of War). Kisahnya bermula beberapa tahun sebelum dua orang ini menduduki peranan penting dalam pemerintahan.

Saat Abe – panggilan Abraham Lincoln - menjadi pengacara lokal di Illinois, ia sempat menangani kasus Hanny Manny (hak paten) di tahun 1855. Namun, ketika kasus ini terdengar sampai Cincinnati, Edwin Stanton yang menjadi penasehat hukum di tempat tersebut mendepak Abe. 


Kebencian Stanton tampaknya berlanjut saat Abe diangkat menjadi presiden lima tahun kemudian. Stanton berdiri di pihak oposisi yang kerap menentang kebijakan Abe.

Sebagai seorang presiden, seharusnya mudah saja bagi Abe membuat rekayasa untuk menyingkirkan Stanton. Tapi, apa yang dilakukan Abe? Presiden ini justru mengangkat Stanton menjadi Menteri Pertahanan (Secretary of War).

“Anda tidak sedang bergurau kan, Pak? Stanton itu saingan politik Anda dan selalu berusaha menjatuhkan Anda dalam setiap kesempatan,” sergah asisten pribadi sang Presiden.

Dengan yakin Abe justru menjawab, “Saya memilih orang bukan berdasarkan suka atau tidak. Tetapi karena kemampuan yang ia miliki. Stanton adalah orang yang paling tepat untuk posisi ini. Lagipula, dengan menjadikannya kawan, bukankah justru di situ kita telah mengalahkan musuh.”


Keputusan Abe ternyata benar. Setelah beberapa waktu berlalu, Stanton akhirnya menjadi sahabat dekat sekaligus menteri yang amat setia.

Betapa Abraham Lincoln memberi teladan untuk “mengasihi musuhmu, dan berbuat baik kepada orang yang membencimu.”
Read more ►

Monday, December 16, 2013

Mencari Recehan Dollar dengan Jual Foto di Internet

0 comments
Fotografi menjadi salah satu hobi yang bisa mendatangkan uang. Melalui gambar-gambar berkualitas dari hasil jepretan lensa kamera, anda bisa menghasilkan dollar dengan menjual karya anda baik secara offline maupun lewat jalur internet. Menjual karya photo secara online dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu membangun website sendiri sebagai media memajang gambar-gambar karya anda, dan cara kedua adalah menjadi member (anggota) pada agen jual beli foto online.

bisnis foto internet

Berikut akan dijelaskan tentang kiat-kiat meraup recehan dolar dengan cara menjual gambar melalui agency foto online (situs stock photo):

1. Menyiapkan Foto yang Sesuai Standard
Langkah awal dalam mendulang recehan uang di internet adalah menyiapkan koleksi foto-foto yang berkualitas bagus, baik itu foto dari jepretan langsung maupun gambar-gambar yang dibuat dari aplikasi-aplikasi pengolah gambar, seperti photoshop atau Corel Draw. Gambar yang bagus umumnya memiliki pixel yang padat dengan ukuran di atas 4MB.

2. Memilih Agen Foto
Setelah anda yakin bahwa foto-foto yang anda buat layak untuk dibeli, maka tahap berikutnya memilih agen yang membantu dalam memajang dan menjualkan koleksi foto anda. Ada banyak agency stock photo di internet sebagai media anda dalam jual beli foto. Anda harus menjadi anggota pada agen tersebut. Selain itu, yang wajib juga disediakan adalah email dan rekening online, umumnya memakai PayPal. Variasi harga berbeda-beda untuk setiap gambar yang dibeli (didownload) pengunjung. Biasanya antara $0,20 hingga di atas $10. Uang yang ditransfer oleh pembeli akan dibagi antara anda dan agen. Berikut adalah situs-situs yang bisa anda pilih sebagai media menjual foto secara online:
  • www.shutterstock.com
  • www.istockphoto.com
  • www.fotolia.com
  • www.123fr.com
  • www.photographersdirect.com
  • www.alamy.com
  • www.photomerchant.net
  • www.zenfolio.com
  • www.shutterfly.com
  • dan lain-lainnya, termasuk aplikasi instagram di www.instastockimages.com

3. Melakukan Promosi dan Terus Menciptakan Gambar-gambar yang Berkualitas
Setelah anda terdaftar sebagai member pada agen jual beli foto tersebut, maka lakukan promosi secara offline maupun online, misalnya promosi di Facebook, Twitter, Blog dan media sosial lainnya. Teruslah menghasilkan foto yang bermutu dan menarik agar portofolio gambar anda semakin bertambah dan tentunya akan meningkatkan peluang terkumpulnya recehan-recehan dollar tersebut. Selamat berkreatifitas!!!
Read more ►

Lirik Slank Cinta Kita

0 comments
Slank : Cinta kita
jangan dengarkan orang bicara
jangan ikuti orang mengarah
mereka cuma sirik sama kita

percuma omongan orang dipercaya
percuma banyak mulut-mulut berbisa
mereka hanya sirik dengan cinta
oh Cinta Kita

cinta kita tak kan terbelah
walau banyak cerita cerita
yang gak mengasyikan
Cinta Kita tak kan terpecah
walau penuh kisah dan kisah
yang coba tuk menghancurkan kita
acuhkan nada sumbang yang ga jelas
acuhkan suara pengadu domba
mereka selalu sirik dengan cinta
oh Cinta Kita

cinta kita tak kan terbelah
walau banyak cerita cerita
yang coba tuk menghancurkan kita
Read more ►

Sunday, December 15, 2013

Ada Apa dengan The Secret

0 comments

Sampai sekarang, DVD maupun buku The Secret masih banyak dibicarakan. Buku-buku “me too” atau buku lain yang senada masih bermunculan. Ada apa dengan The Secret? Saya membeli bukunya, saya menonton Videonya. Dan saya mengambil hikmah dari The Secret. Isinya memang bagus dan menginspirasi. Pertanyaan, apakah isinya benar?
Dalam buku tersebut, disebutkan ada sebuah hukum yang di sebut dengan Law of Attraction. Suatu hukum yang menjelaskan bahwa pikiran kita bisa menarik apa yang kita pikirkan. Saya tidak menolak 100% konsep ini dan tidak juga menerima 100%, namun saya mengambil hikmah dari buku ini.
Seperti dijelaskan dalam ebook saya Beautiful Mind, bahwa hukum ketertarikan ini bisa dijelaskan dengan beberapa teori. Namun terlepas teori mana yang benar atau apakah konsep ini benar atau tidak, saat kita memikirkan tujuan kita, apalagi diiringi dengan emosi melalui visualisasi, tetap saja bermanfaat untuk meraih apa yang kita kita inginkan.


Silahkan Anda visualisasikan visi Anda. Jika law of attractionitu benar, tentu aktivitas ini akan mengaktifkan hukum tersebut. Jika tidak benar, tetap saja visualisasi bermanfaat dalam meraih apa yang kita inginkan. Konsep dan cara visualisasi sudah dibahas secara lengkap dalam ebook Beautiful Mind.
Yang ingin saya sampaikan disini ialah, kita tidak perlu menolak mentah-mentah apa yang disampaikan dalam buku atau DVD tersebut. Saya yakin banyak benarnya dan membawa akibat baik. Namun, tetap saja kita pun perlu menyaring informasi yang ada dari buku dan DVD tersebut sebab yang menulisnya tidak mengerti akidah yang lurus. Jika kita menerima begitu saja, memang bisa menggelincirkan akidah kita.
Hikmah yang bisa saya ambil dari The Secret adalah tentang harapan, fokus pada kebaikan, dan bersyukur. Kemudian pelajaran tentang be, do, have. Saya sudah membahasnya tentang Be Do Have pada dua arikel, disini dan disini. Kesimpulannya ialah jangan menolak mentah-mentah karena masih ada hikmah yang bisa kita ambil dan jangan pula menerima secara utuh sebab belum tentu nilai-nilainya sesuai dengan nilai yang kita anut (nilai Islam).

Sumber : http://www.motivasi-islami.com/ada-apa-dengan-the-secret/ 
Read more ►

Pembelajaran Berbasis Mobile Online

0 comments
www.blogger.com via hp
Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di institusi pendidikan, saat ini sudah menjadi keharusan walaupun tidak ada yang mewajibkan, karena penerapan TIK dapat menjadi salah satu indikator keberhasilan suatu institusi pendidikan. Cepat atau lambat, pada akhirnya institusi pendidikan akan terkait dalam suatu komunitas yang menuntut untuk mengadopsi penerapan TIK.
E-learning (electronic learning) adalah salah satu aspek penerapan TIK di institusi pendidikan. E-learning didefinisikan sebagai penyampaian konten pembelajaran atau pengalaman belajar secara elektronik mengunakan komputer dan media berbasis komputer (Smaldino, 2005). Menurut konvensi internasional  (Davidson et.al, 2006), konten pembelajaran dapat didistribusikan melalui web atau melalui CD/DVD. Dari definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa elearning merupakan penyampaian konten pembelajaran secara elektronik yang disistribusikan melalui web (Internet dan/atau Internet) atau melalui CD/DVD (offline) dan ada komponen evaluasi yang melekat di dalamnya.
Paradigma ini mengkombinasikan keunggulan tatap muka di kelas dan keunggulan pembelajaran online untuk memberikan hasil terbaik. Dari pengertian dan perspektif tersebut, e-learning tidak sekedar mengupload bahan ajar ke Internet atau melakukan konten pembelajaran, tetapi lebih merupakan rekontektualisasi dan rekonseptualisasi proses pembelajaran ke dalam paradigma baru, pedagogi digital. Pradigma ini memiliki implikasi pada perubahan kultur pembelajaran konvensional ke kultur e-learning.

Konsep Dasar Pembelajaran Mobile Learning
Mobile Learning merupakan model pembelajaran yang dilakukan antar tempat atau lingkungan dengan menggunakan teknologi yang mudah dibawa pada saat pembelajar berada pada kondisi mobile/ponsel. Dengan berbagai potensi dan kelebihan yang dimilikinya, Mobile Learning diharapkan akan dapat menjadi sumber belajar alternatif yang  dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses dan hasil belajar peserta didik di Indonesia di masa datang. Program mobile learning yang dimaksud dalam tulisan ini adalah program media pembelajaran berbasis ponsel/HP/mobile yang terdapat pada situs m-edukasi.net, blogger.com.
Penggunaan teknologi informasi dan komunikasi di dalam dunia pendidikan terus berkembang dalam berbagai strategi dan pola, yang pada dasarnya dapat dikelompokkan ke dalam sistem e-Learning sebagai bentuk pembelajaran yang memanfaatkan perangkat elektronik dan media digital, maupun mobile learning (m-learning) sebagai bentuk pembelajaran yang khusus memanfaatkan perangkat dan teknologi komunikasi bergerak. Tingkat penetrasi perangkat bergerak yang sangat tinggi, tingkat penggunaan yang relatif mudah, dan harga perangkat yang semakin terjangkau, dibanding perangkat komputer personal, merupakan faktor pendorong yang semakin memperluas kesempatan penggunaan atau penerapan mobile learning sebagai sebuah kecenderungan baru dalam belajar, yang membentuk paradigma pembelajaran yang dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun.

www.blogger.com via HP
Mobile Learning didefinisikan oleh Clark Quinn (Quinn 2000) sebagai : “The intersection of  mobile computing and e-learning : accessible resources wherever you are, strong search capabilities, rich interaction, powerful support for effective   learning, and performance-based assessment. E-Learning independent of location in   time or space”. Berdasarkan definisi tersebut maka mobile learning merupakan model pembelajaran yang memanfaatkan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Pada konsep pembelajaran tersebut mobile learning membawa manfaat ketersediaan materi ajar yang dapat di akses setiap saat dan visualisasi materi yang menarik. Istilah M-Learning atau Mobile Learning merujuk pada penggunaan perangkat genggam seperti PDA, ponsel, laptop dan perangkat teknologi informasi yang akan banyak digunakan dalam belajar mengajar, dalam hal ini kita fokuskan pada perangkat handphone (telepon genggam). Tujuan dari pengembangan mobile learning sendiri adalah proses belajar sepanjang waktu (long life learning), siswa/i dapat lebih aktif dalam proses pembelajaran, menghemat waktu karena apabila diterapkan dalam proses belajar maka siswa/i tidak perlu harus hadir di kelas hanya untuk mengumpulkan tugas, cukup tugas tersebut dikirim melalui aplikasi pada mobile phone yang secara tidak langsung akan meningkatkan kualitas proses belajar itu sendiri.

Dari ilustrasi tersebut di atas, setidak-tidaknya dapat diambil tiga hal penting sebagai persyaratan kegiatan belajar Mobile Learning, yaitu : a) kegiatan pembelajaran dilakukan melalui pemanfaatan jaringan (jaringan dalam uraian ini dibatasi pada penggunaan internet), jaringan dapat saja dengan LAN atau WAN; b) tersedianya dukungan layanan belajar yang dapat dimanfaatkan oleh peserta belajar, misalnya ponsel/HP, atau bahan cetak; dan c) tersedianya dukungan layanan tutor yang dapat membantu peserta belajar apabila mengalami kesulitan.

www.blogger.com via HP
Fungsi dan Manfaat Mobile Learning
Terdapat tiga fungsi Mobile Learning dalam kegiatan pembelajaran di dalam kelas (classroom instruction), yaitu sebagai suplement (tambahan) yang sifatnya pilihan (opsional), pelengkap (komplemen), atau pengganti (substitusi).
a. Suplemen (tambahan)
Mobile Learning berfungsi sebagai suplement (tambahan), yaitu: peserta didik mempunyai kebebasan memilih, apakah akan memanfaatkan materi Mobile Learning atau tidak. Dalam hal ini, tidak ada kewajiban/keharusan bagi peserta didik untuk mengakses materi Mobile Learning. Sekalipun sifatnya opsional, peserta didik yang memanfaatkannya tentu akan memiliki tambahan pengetahuan atau wawasan.
b. Komplemen (pelengkap)
Mobile Learning berfungsi sebagai komplemen (pelengkap), yaitu: materinya diprogramkan untuk melengkapi materi pembelajaran yang diterima peserta didik di dalam kelas. Di sini berarti materi Mobile Learning diprogramkan untuk menjadi materi reinforcement (penguatan) atau remedial bagi peserta didik di dalam mengikuti kegiatan pembelajaran konvensional.
c. Substitusi (pengganti)
Beberapa perguruan tinggi di negara-negara maju memberikan beberapa alternatif model kegiatan pembelajaran kepada para peserta didik /siswanya. Tujuannya agar para peserta didik dapat secara fleksibel mengelola kegiatan perkuliahannya sesuai dengan waktu dan aktifitas sehari-hari peserta didik. Ada tiga alternative model kegiatan pembelajaran yang dapat dipilih peserta didik, yaitu: 1) sepenuhnya secara tatap muka (konvensional); 2) sebagian secara tatap muka dan sebagian lagi melalui internet, atau 3) sepenuhnya melalui internet.
Mobile Learning mempermudah interaksi antara peserta didik dengan materi pelajaran. Demikian juga interaksi antara peserta didik dengan pendidik/instruktur maupun antara sesama peserta didik dapat saling berbagi informasi atau pendapat mengenai berbagi hal yang menyangkut pelajaran ataupun kebutuhan pengembangan diri peserta didik. Pendidik/instruktur dapat menempatkan bahan-bahan belajar dan tugas-tugas yang harus dikerjakan oleh peserta didik di tempat tertentu di dalam websites untuk diakses oleh para peserta didik. Sesuai dengan kebutuhan, pendidik/instruktur dapat pula memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengakses bahan belajar tertentu maupun soal-soal ujian yang hanya dapat diakses oleh peserta didik sekali saja dan dalam rentangan waktu tertentu pula.
Berikut ini ada beberapa manfaat mengenai Mobile Learning dari dua sudut, yaitu dari sudut peserta didik dan pendidik:
a. Peserta Didik
Dengan kegiatan Mobile Learning dimungkinkan berkembangnya fleksibilitas belajar yang tinggi. Artinya, peserta didik dapat mengaskses bahan-bahan belajar setiap saat dan berulang-ulang. Peserta didik juga dapat berkomunikasi dengan pendidik setiap saat. Dengan kondisi yang demikian ini, peserta didik dapat lebih memantapkan penguasaannya terhadap materi pembelajaran.
Manakala fasilitas infrastruktur tidak hanya tersedia di daerah perkotaan tetapi telah menjangkau daerah kecamatan dan pedesaaan, maka kegiatan Mobile Learning akan memberikan manfaat kepada peserta didik yang : 1) belajar di sekolah-sekolah kecil di daerah miskin untuk mengikuti mata pelajaran tertentu yang tidak dapat diberikan oleh sekolahnya; 2) mengikuti program pendidik dirumah (home schoolers) untuk mempelajari materi pembelajaran yang tidak dapat diajarkan oleh para orang tuanya, seperti bahasa asing dan keterampilan di bidang komputer; 3) merasa phobia dengan sekolah, atau peserta didik yang dirawat di rumah sakit maupun di rumah, yang putus sekolah tetapi berminat melanjutkan pendidikannya, maupun peserta didik yang berada di berbagai daerah atau bahkan yang berada di luar negeri; dan 4) tidak tertampung di sekolah konvensional untuk mendapatkan pendidikan.
b. Pendidik
Dengan adanya kegiatan Mobile Learning, beberapa manfaat yang diperoleh pendidik/instruktur antara lain adalah bahwa mereka dapat: 1) lebih mudah melakukan pemutakhiran bahan-bahan belajar yang menjadi tanggung jwabnya sesuai dengan  tuntutan perkembangan keilmuan yang terjadi; 2) mengembangkan diri atau melakukan penelitian guna peningkata wawasannya karena waktu luang yang dimiliki relatif banyak; 3) mengontrol kegiatan belajar peserta didik, bahkan pendidik/instruktur juga dapat mengetahui kapan peserta didiknya belajar, topik apa yang dipelajari, berapa lama sesuatu topik dipelajri, serta berapa kali topik tertentu dipelajari ulang; 4) mengecek apakah peserta didik telah mengerjakan soal-soal latihan setelah mempelajari topik tertentu; 5) memeriksa jawaban peserta didik dan memberitahukan hasilnya kepda peserta didik.
Mobile Learning dapat dimanfaatkan dan dikembangkan dalam membentuk budaya belajar baru yang lebih modern, demokratis dan mendidik. Budaya belajar adalah bagian kecil dari budaya masyarakat. Budaya masyarakat diartikan sebagai keterpaduan keseluruhan objek, ide, pengetahuan, lembaga, cara mengerjakan sesuatu, kebiasaan, pola perilaku, nilai, dan sikap tiap generasi dalam suatu masyarakat yang diterima suatu generasi dari generasi pendahulunya dan diteruskan acapkali dalam bentuk yang sudah berubah kepada generasi penerusnya (Kartasasmita, 2003).

Model Mobile Learning dalam Pengembangan E-Learning
Pengembangan e-learning melibatkan beberapa aspek yaitu: (1) infrastruktur teknologi; (2) sumber daya; dan (3) lingkungan. Setiap entitas memiliki peran yang berbeda tetapi konvergen untuk menciptakan suatu sistem. Infrastruktur teknologi terdiri dari hardware dan software. Hardware meliputi ketersediaan komputer, jaringan intranet, dan koneksi Internet. Learning Management System (LMS) merupakan software utama untuk e-learning yang dirancang untuk menangani proses komunikasi antara dosen dan mahasiswa dalam proses pembelajaran. Untuk menangani infrastruktur teknologi ini diperlukan unit khusus (administrator) yang memberi layanan teknis untuk menangani sistem secara keseluruhan dan berkelanjutan.
Sumber Daya Manusia terdiri dari Dosen dan mahasiswa. Dosen bertugas untuk menyediakan konten pembelajaran dalam format digital dan melakukan evaluasi. Mahasiswa bertugas untuk mengakses konten pembelajaran, mengerjakan tugas, dan mengerjakan test.
Lingkungan terdiri dari kepemimpinan dan kultur (Psycharis, 2005), merupakan faktor yang sangat penting dalam kesuksesan e-learning. Di sini peran pemimpin sangat penting dalam menciptakan kultur yang kondusif dalam imlementasi e-learning, bukan sebaliknya, kultur menciptakan kepemimpinan. Salah satu metode pengembangan e-learning adalah ADDIE (Analysis–Design–Development–Implementation–Evaluate) (http.en.wikipedia.org).
Dari lima tahapan ini, yang paling berat adalah tahap anailisis, karena harus dilakukan secara cermat dan komprehensif. Tahap ini akan menentukan keberhasilan yang dilakukan tahap di belakangnya, seperti motto dalam manajemen: “if you fail to plan, you are planning to fail”. Chapnick (2000) dan Gold dalam Aydm (2005) memperingatkan bahwa harus berhati-hati dalam proses adopsi e-learning untuk suatu organisasi. Mereka menagaskan bahwa adopsi e-learning tanpa perencanaan yang cermat kemungkinan besar akan berakhir dengan cost overruns, produk pembelajaran yang tidak menarik, dan kegagalan.
Dari pengalaman hibah di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan pendampingan di Sekolah Menengah dalam menangani hibah yang terkait dengan e-learning, tahap yang paling lemah adalah tahap analisis. Sehingga hasil evaluasi menunjukkan bahwa sangat sedikit dosen yang memanfaatkan e-learning, walaupun infrastruktur teknologi sudah tersedia dan pelatihan sudah dilaksanakan. Kegagalan ini bukan para pelaksana di lapangan, tetapi pada persyaratan hibah yang tidak menuntut analisis yang komprehensip. Oleh sebab itu diperlukan instrumen evaluasi dalam setiap tahapan dalam pengembangan elearning. Rosenberg (2000) menyatakan bahwa model e-learning readiness menjadi instrumen yang sangat efektif untuk melakukan evaluasi efektifitas strategi organisasi dalam mengembangan e-learning dan sebagai dasar evaluasi dari efektifitas program e-learning. Model e-leaning readiness dipandang tepat sebagai instrumen yang “mengawal” perjalanan pengembangan elearnig dari tahap analisis sampai pada tahap evaluasi.

Pada pengembangan e-learning diperlukan data prakondisi sebelum program diterapkan. Tahap analisis bertugas menyiapkan data prakondisi yang mencakup semua aspek yang akan mempengaruhi keberhasilan e-learning, diwujudkan dalam dokumen analisis kebutuhan. Pada tahapan analisis (Chapnick, 2000) menyatakan bahwa sebelum mengimplementasikan program e-learning, organisasi perlu melakukan analisis kebutuhan dengan memuat dukumen kebutuhan (requirements document) yang mencakup: (1) sasaran (sasaran makro organisasi dan saranan mikro pembelajaran); (2) skor kesiapan e-learning; (3) daftar keuntungan dan kendala dalam mengadopsi e-learning; dan (4) daftar kemungkinan konfigurasi e-learning.
Dari skor kesiapan e-learning tahap analisis akan diperoleh area mana yang dipandang sudah siap dan area mana yang lemah, data ini digunakan sebagai base line untuk tahap berikutnya. 

Model Mobile Learning tidak hanya digunakan selama proses pengembangan, atau selama periode hibah (misal dua tahun). Tetapi sebaiknya digunakan seara terus menerus untuk menjaga keberlangsungan program adopsi e-learning. Sebagai contoh program penilaian Mobile Learning yang dilakukan oleh Economist Intelligence Unit yang mengukur kesiapan e-lelarning negara-negara di dunia, dapat di adopsi untuk lingkup sekolah atau perguruan tinggi.
Model Mobile Learning yang diusulkan Cahpnick telah digunakan oleh Ministry of Education (MOE) Singapura dalam perencanaan pengembangan e-learning di sekolah-sekolah di Singapura (Swatman, 2006). Hasilnya, dapat dilihat pada peringkat Mobile Learning yang dipublikasikan pada tahun 2003 (EIU, 2003), dimana Singapura menduduki peringkat 5 dan Indonesia pada peringkat 52 dari 60 negara. Kasus di Singapura ini dapat menjadi contoh yang baik bagi pengembangan e-learning di Indonesia. Hongkong yang dapat disejajarkan dengan Singapura menempati peringkat 19 pada tahun yang sama, dan memuji Singapura dalam strategi pengembangan e-learning.

















sumber : www.mediapendidikan.net
Read more ►

Saturday, December 14, 2013

Dengkuran Kucing Terkeras di Dunia

0 comments
Kucing milik Tracy Westood disebut-sebut memiliki dengkuran terkeras di dunia. Kucing yang memiliki nama Devon itu menghasilkan dengkuran 100 desibel.

Dilansir Orange.co.uk, Minggu 13 Januari 2013, Dengkuran itu memiliki tingkat kekerasan setara dengan empat kali suara rata-rata terkeras kucing atau suara dari klakson mobil dari jarak 7,6 meter.

 "Sering saya ditelepon orang yang menanyakan suara bising di rumah dari apa. Saya sudah terbiasa untuk itu. Kami telah mengukur suaranya di puncak 100dB, tapi dia bisa lebih keras dari itu," kata Westood.

Dia berharap Guinness World Records akan mengonfirmasi dengkuran kucingnya lebih keras dari pemegang rekor dunia resmi, yakni kucing bernama Smokey asal Northampton dengan tingkat kebisingan 92dB.

Read more ►

Friday, December 13, 2013

Inilah Ladang Server Facebook yang Melayani Seluruh Dunia

0 comments
Hasil survei Silverpop yang dimuat dalam Digital Strategi, 27 November 2012 menunjukkan pengguna Facebook telah mencapai 1 miliar anggota. Artinya, jejaring sosial ini masih kuat bercokol di puncak teratas paling banyak dipakai orang.

Menarik untuk diketahui, Pengguna menghabiskan lebih dari 20 miliar menit di Facebook setiap harinya. Setiap minggu pengguna berbagi lebih dari 8 miliar lembar konten, termasuk update status, foto dan catatan. Ditotal, kira-kira setiap bulan lebih dari 5 milyar foto diupload ke Facebook.

 


Jumlah yang sangat besar ini tentu membutuhkan kapasitas server yang sangat besar pada data center, karena diperlukan untuk  menampung data setiap detiknya akibat beragam kegiatan pengguna melalui account facebook.

Begitulah keunikan dari situs jejaring sosial terbesar ini. Seperti yang kita rasakan saat ini bahwa facebook sangatlah cepat diakses dan minim sekali down, berbeda dengan beberapa tahun lalu ketika awal pengembangannya, facebook terasa agak berat diakses apalagi untuk pengguna Indonesia, tapi hal itu telah berlalu dan saat inilah masa kejayaan facebook. Berikut bisa kita lihat beberapa gambar pada facebook server farm.
 



Ladang server facebook memiliki sistem pendingin canggih dan bisa menyimpan pasokan tenaga listrik. Lihatlah kabel-kabel yang terhubung sebagai saluran lalu-lintas data dari seluruh dunia.

 



Pusat server dibangun menggunakan replikasi berlapis, yang membuatnya hampir tidak mungkin gagal, bahkan jika sistem di San Fransisco overload.

 



Server memproses update halaman pengguna secepat mungkin, sehingga komentar atau posting tampil dalam hitungan detik. Menampung 550 juta (dan terus bertambah) pengguna, Maka dari itu membutuhkan kekuatan pusat data yang luar biasa.



 



Sumber:
kaskus
Read more ►
 

Copyright © Tata Cara Design by O Pregador | Blogger Theme by Blogger Template de luxo | Powered by Blogger